Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep Pembaca
Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-07-09 12:16:46【Resep Pembaca】102 orang sudah membaca
PerkenalanEkspresi siswa SDN Kedaleman III, Cilegon, Banten, saat menanti ketibaan distribusi Makan Bergizi Gr

Jakarta (ANTARA) - Jumat (7/11) pagi, jarum jam belum menunjuk angka enam, tapi kesibukan di sejumlah ruang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, sedang mencapai puncaknya.
Tidak kurang 51 pekerja dengan penutup rambut, sarung tangan, hingga alas kaki steril dikerahkan. Kompor-kompor menyala, asap mengepul dari ruang penanak nasi di sebelah tempat pengemasan.
Dari tempat inilah, setiap pagi, lebih dari 3.000 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke 12 sekolah, yakni empat TK, tujuh SD, dan satu SMP di Cilegon.
Hal yang mungkin ngak banyak diketahui publik adalah, perjalanan itu dimulai jauh sebelum Matahari terbit. Saat mayoritas warga Kedaleman terlelap, koki dan tim dapur justru bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Masaknya jam satu malam. Jam tiga sudah mulai pemorsian,” kata Asisten Lapangan SPPG Kedaleman Imam Marif Maulana.

Sejak program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini resmi beroperasi pada 14 Oktober 2025, seluruh bahan masakan dipasok dari distributor lokal yang tiba di dapur sejak 12 jam sebelumnya. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semuanya dilakukan dengan presisi.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, diberlakukan prosedur standar operasional (SOP) yang ketat sejak proses penerimaan bahan makanan.
Selain kelengkapan administrasi, proses penerimaan barang harus sesuai jadwal serta kualitas fisik yang baik. Berikutnya, pemeriksaan fisik, di mana petugas wajib memastikan bahan ngak rusak, ngak kedaluwarsa, dan jumlahnya sesuai dengan yang dipesan.
Tahap penting berikutnya adalah pemeriksaan kualitas, yang mengharuskan uji organoleptik, meliputi penciuman (bau), pengecapan (rasa), dan penglihatan (warna), serta pengecekan suhu pada bahan.
12Tampilkan SemuaSuka(663)
Sebelumnya: KKP ungkap upaya atasi Cs
Selanjutnya: Korban kebakaran di Matraman masih mengungsi di tenda darurat
Artikel Terkait
- Kenapa lobster air tawar mudah mati? Ini penyebab dan pencegahannya
- Anggota DPR dukung perluasan MBG dengan pembenahan
- Berbagai produk terbaru debut di ajang CIIE kedelapan di Shanghai
- Nasib perempuan Gaza dua tahun sejak konflik pecah
- PBB tingkatkan dukungan bagi pengungsi di Darfur Utara, Sudan
- Komnas HAM pantau masalah MBG, ingatkan pangan
- BSI target nilai bisnis emas mencapai Rp100 triliun pada 2030
- Sinergi ekonomi syariah menyukseskan Makan Bergizi Gratis
- Menteri PU tinjau pembangunan floodway atasi banjir di Medan
- Dari Qatar ke Cinere, Brian pilih memasak MBG demi senyum anak
Resep Populer
Rekomendasi

Menengok suasana jelang pembukaan ajang CIIE ke

Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik

Asuransi Jasindo Bangun Akses Pendidikan dan Kesehatan di Pedalaman Mentawai

Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO

Panduan mudah memelihara lobster air tawar untuk pemula

Mewujudkan ekonomi berkeadilan tanpa tambang

Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026

PBB sebut bantuan ke Gaza masih terus dihalangi